TAMAN LANGIT

June 4, 2008

Ku Tak Lagi Berjiwa

Filed under: Curah Rasa

Marah, aku hanya bisa terdiam
Benci, aku hanya  bisa terpaku
Cinta, aku tak bisa menggapaimu
Sayang, aku tak bisa merengkuhmu

Hanya kosong…

Marah, benci, cinta dan sayang
tak ada lagi beda rasa
Karena ku tak lagi berjiwa…

February 18, 2008

CINTA TAK HARUS BERSAMA, Kenapa?

Filed under: Puisi & Lagu

Jika Kau beri rasa
Kenapa tak Kau biarkan kami bersama?
Bukankah itu hal mudah bagi-MU

Jika dia tak cukup baik bagiku
Kenapa tak Kau buat saja semuanya menjadi baik.
Bukankah itu juga hal mudah bagi-MU

Bukankah Kau janjikan bahwa setiap manusia itu berpasang pasangan
Kenapa tak Kau pasangkan saja aku dan dia.
Itu juga hal mudah bagi-MU, bukan?

Tapi kenapa tak Kau lakukan

Aku telah berusaha sampai tak tau lagi harus apa.
Dan kutau dia pun demikian.
Tapi kenapa takdir-Mu tak jua mau berdamai?

Atau katakan saja padaku apa yang Kau inginkan
Agar lebih mudah bagiku
Dan aku tak lagi menebak rasa
Seperti musim “ hujan-tidak” “ hujan-tidak”

Ah lelah sudah…
Andai saja aku bisa
Ingin aku memberiMu deadline
Agar aku tak lagi berada di batas transisi rasa

Note:
Katanya Kau Maha  Segalanya, berarti Kau juga Maha Jahat juga kah?

June 25, 2007

Dunia Yang Terlupa.

Filed under: Puisi & Lagu

Mulai nyalakan kembali dunia yang terlupa. Cukup sudah bermimpi.                    Kini asaku memutih. Langitku kian meninggi. Ini semua akan nyata.

Mengharapkan hujan larutkan nyanyian malamku. Akankah kurasa.

Kini nyalakan kembali dunia yang terbenam. Terbitku dari mimpi.                     Kini saksikan sayapku agungkan puing bumi. Ini semua akan nyata.

Mengharapkan hujan larutkan nyanyian malamku. Akankah kurasa.

Memastikan embun, lepaskan nyayian malamku. Akankah kurasa

(Peterpan, Hari Yang Cerah)

Menghapus Jejakmu

Filed under: Puisi & Lagu

Terus melangkah melupakanmu. Lelah hati perhatikan sikapmu.                     Jalan pikiranmu buatku ragu. Tak mungkin ini tetap bertahan.

Berlahan mimpi terasa mengganggu. Kucoba untuk terus menjauh.                Berlahan hatiku terbelenggu. Kucoba untuk lanjutkan hidup.

Engkau bukanlah segalaku. Bukan tempat tuk hentikan langkahku.                Usai sudah semua berlalu, biar hujan MENGHAPUS JEJAKMU.                       Melepaskan segalanya, lepaskan segalanya.

(Peterpan, Hari Yang Cerah)

June 11, 2007

Pelangi Tetaplah Sebuah Pelangi

Filed under: Berbagi Cerita

(Surat Terbuka Buat Para Sahabatku)

Sejak awal ku tau ia adalah pelangi, yang muncul sesaat kemudian menghilang. Selalu saja begitu, tapi tetap saja aku menunggunya.

Sampai suatu malam sebuah bintang menyapa. Mengajak aku bemain dan tertawa. Maka lupalah aku pada pelangi. Bahkan tak kulihat mendung yang bergelanyut di awan. Hingga hujan deras membasahiku dan lenyaplah bintang.

Tapi kemudian pelangi muncul kembali. Membiusku dengan warna-warninya bahkan lebih, aku mabuk dalam pesonanya. Kuberkhayal, Ia menjadi matahari yang akan selalu menghangati siangku atau bulan yang akan selalu menerangi malamku.

Tapi Pelangi Tetaplah Sebuah Pelangi.

Yang muncul sesaat setelah hujan reda. Yang membius aku dengan pesona warna-warninya. Kemudian menghilang. Menyisakan dingin yang menusuk sampai ketulang.

Tak ada yang tau kemana ia pergi, atau kapan ia kembali. Tidak aku, tidak juga kau.

Lelah sudah, tak ingin lagi ku menunggunya.

Maka kembali ku menjadi angin, lihat….aku mulai membumbung. __________________________________________________________________________________

Catatan:

Buat sahabats-ku, jika suatu hari nanti aku bertemu denganmu jangan pernah kau tanyakan lagi dimana sang pelangi karena aku tak pernah melihatnya lagi sejak akhir November 2005. Dan sejak 14 February lalu, PA telah mengizinkan aku untuk meninggalkannya. Maafkan aku yang telah menyia-nyiakan doa kalian di saat pernikahanku. Sekali lagi maafkan aku…

Dan buat sang mentari, terima kasih telah mensupport aku dengan energimu hingga aku dapat melewati masa-masa sulit itu, khususnya di persidangan kemarin dan semoga dua mentari kecilmu bisa bersinar sepertimu.

April 23, 2007

Sejenak Mengingatmu…

Filed under: Berbagi Cerita

Azan subuh terdengar ditelingaku tapi tak mampu bangkitkanku dari peraduan. Doa mama yang sayup-sayup terdengar malah seperti meninabobokannku dan membuatku terlelap kembali dan bermimpi bertemu sang bintang

Berjalan berdua melintasi padang ilalang. Berbagi cerita, tawa dan canda. Bahagia…tapi rasa nyeri itu tetaplah ada, karena dia bukanlah milikku lagi dan aku bukanlah miliknya. Tapi puisi yang dia berikan untukku dimimpi itu  mampulah buatku bernyanyi disepanjang hari ini.

Ku kira langit malam lebih indah dari langit siang.

Ternyata tetap Bumilah yang terindah.

Bila ku tak lagi menjadi bintang yang menemani malammu

Maka tetaplah aku menjadi mentari yang akan selalu menghangati siangmu.

December 7, 2006

Taman Langit Ini…

Filed under: Berbagi Cerita

Inilah tempat dimana Aku, Bulan dan Bintang bermain. Dengan kata-kata menciptakan tarian pena, membebaskan segala rasa yang ada dijiwa…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer